Kabar Gembira Dari ShuangHor Indonesia

🎉📣 Kabar gembira bagi semua distributor Shuang Hor Indonesia! 🎉📣
Produk Kopi, kebanggaan Group Shuang Hor, kini telah resmi dipasarkan dan dijual di Indonesia. ☕️

Di luar Indonesia, produk ini dikenal dengan nama CEO Cafe/Kopi CEO. Namun, khusus untuk Indonesia, produk ini dipasarkan dan dijual dengan nama baru yang begitu memukau, yaitu “SH Juwara Cafe”. 💫

Tak perlu diragukan lagi, dengan nama barunya, produk kopi ini adalah juara sejati dalam hal rasa dan manfaat yang diberikan. 👑

👉 Nikmati sensasi kelezatan dan kenikmatan yang tiada tara dalam secangkir kopi SH Juwara Cafe. Rasanya yang memikat dan aroma yang menggoda akan menghidupkan selera Anda setiap harinya. ☕️💖

Bukan hanya tentang rasa yang menggugah selera, tetapi juga tentang manfaat yang luar biasa dari SH Juwara Cafe. Diperkaya dengan bahan-bahan alami yang berkualitas tinggi, kopi ini dapat memberikan energi, meningkatkan konsentrasi, dan memberikan dorongan positif bagi kesehatan Anda. 💪🌿

Jangan lewatkan kesempatan ini! Bergabunglah dengan ribuan orang yang telah merasakan manfaat luar biasa dari SH Juwara Cafe. Jadilah bagian dari keluarga Shuang Hor yang sukses dan sejahtera. 💼💰

Dapatkan kesehatan, kekayaan, dan kebebasan waktu dengan bergabung dalam tim kami. Bersama-sama, kita dapat mencapai impian dan tujuan kita, dan menjalani kehidupan yang lebih baik. 🌟💪

🔥 Ayo segera bergabung! Daftarkan diri Anda secara GRATIS sekarang juga dan nikmati kesempatan luar biasa untuk meraih keberhasilan finansial dan kebahagiaan hidup. 📝💥

Bergabunglah dengan kami di Shuang Hor dan rasakan perbedaannya! 💫💚

https://www.juwarakopi.com/muhamad80

Secangkir Kopi Yang Akan Mengubah Kehidupan Anda

Juwara Kopi: Kopi dengan Dukungan R&D yang Luar Biasa, Tidak Ada Lagi Alasan untuk Minum Kopi Asal Jadi! ☕️💯

Shuanghor (Double Crane) telah menjadi ahli dan pemimpin pasar dalam dunia Ganoderma sejak tahun 1987. 🕊🍄

Shuanghor memiliki rumah kaca Ganoderma terbesar di dunia dan memiliki tim peneliti yang kuat dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam penelitian Ganoderma. 🌿🧪

Bahkan JUWARA Coffee membutuhkan waktu 4 tahun dalam penelitian dan pengembangan untuk kesempurnaannya.

Shuanghor menaruh hati dan usaha untuk memberikan yang terbaik bagi kita. ❤️✨

Jika kamu ingin mencoba JUWARA Coffee, jangan ragu untuk menghubungi saya. ☕️🎉

https://www.juwarakopi.com/muhamad80

Manfaat Ganoderma Untuk Asam Lambung

MANFAAT GANODERMA UNTUK ASAM LAMBUNG
Ganoderma, juga dikenal sebagai Reishi atau King Of Herbs, adalah jamur herbal yang telah digunakan dalam pengobatan tradisional selama ribuan tahun. Salah satu manfaatnya adalah membantu mengatasi masalah asam lambung. Berikut adalah beberapa manfaat Ganoderma untuk asam lambung:

Menyeimbangkan produksi asam lambung: Ganoderma memiliki sifat adaptogenik, yang berarti ia dapat membantu mengatur fungsi tubuh. Dalam hal asam lambung, Ganoderma dapat membantu menstabilkan produksi asam lambung, mengurangi risiko kelebihan asam yang dapat menyebabkan gejala asam lambung. 

Mengurangi gejala refluks asam: Ganoderma dapat membantu mengurangi gejala refluks asam, seperti nyeri dada, sensasi terbakar, dan rasa asam di tenggorokan. Ini karena Ganoderma memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pencernaan. 

Memperbaiki fungsi pencernaan: Ganoderma dapat membantu meningkatkan fungsi pencernaan secara keseluruhan. Ini termasuk meningkatkan proses pencernaan makanan, mengurangi kemungkinan penumpukan asam lambung yang berlebihan, dan meningkatkan penyerapan nutrisi. 

Melindungi lapisan lambung: Ganoderma memiliki sifat pelindung terhadap lapisan mukosa lambung. Ini membantu mencegah kerusakan dan iritasi pada dinding lambung akibat paparan asam lambung yang berlebihan. 

Membantu mengatasi stres: Stres dapat menjadi faktor pemicu peningkatan produksi asam lambung. Ganoderma memiliki sifat adaptogenik yang dapat membantu menenangkan sistem saraf, mengurangi stres, dan dengan demikian mengurangi risiko peningkatan produksi asam lambung. 

Bagi anda yang memerlukan kopi Ganoderma silahkan pesan disini https://www.juwarakopi.com/muhamad80

Mengeluarkan Sebagian Dari Yang Kita Cintai

Mengeluarkan Sebagian Dari Yang Kita Cintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: لَنْ  تَنَا لُوا  الْبِرَّ  حَتّٰى  تُنْفِقُوْا  مِمَّا  تُحِبُّوْنَ  ۗ وَمَا  تُنْفِقُوْا  مِنْ  شَيْءٍ  فَاِ نَّ  اللّٰهَ  بِهٖ  عَلِيْمٌ“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu, sungguh Allah Maha mengetahui.”(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 92) Setelah ayat ini turun para Sahabat Rosulullah SAW berlomba mencari […]

Mengeluarkan Sebagian Dari Yang Kita Cintai

Rontoknya bibit talqin dzikir

Saudara seikhwan yang di Rahmati Alloh,yang sedang sama sama belajar untuk mengamalkan dzikir toriqoh,perlu diketahui bahwa bibit dzikir yang telah ditanam meskipun lama tidak di amalkan dia tetap akan tertanam didalam qolbu.

Cuma ada dua hal yang membuat talqin itu rontok

1. Karena murtad

Pengertian Murtad

Menurut bahasa murtad adalah meninggalkan atau keluar dari suatu agama. Dan menurut istilah murtad berarti meninggalkan atau keluar dari agama Islam dan memeluk agama lain sehingga hukumnya menjadi kafir. Apabila sudah dinasihati untuk kembali kepada agama Islam namun tidak mau kembali maka orang tersebut terkena ancaman dosa besar.

Dalam pengertian sempit secara struktural thoriqoh, murtad bisa di artikan keluar dari pakem atau aturan aturan amaliyah yang telah ditetapkan dan diajarkan oleh seorang guru Mursyid.

2.Suul adab terhadap guru

Pengertian suul adab ialah tak punya adab alias berperilaku buruk atau tidak tahu sopan santun 

Dalam perjalanan bertarekat, menjaga adab merupakan sesuatu yang prinsip (asas, dasar) untuk memastikan perjalanan menuju Allah (suluk) mencapai maksud dan tujuannya.

Beberapa adab murid kepada Guru Mursyid adalah:

1. Yakin dan percaya

Seorang murid harus memiliki keyakinan penuh bahwa maksud dan perjalanan suluknya tidak akan selamat tanpa peran dan perantaraan Guru Mursyid.

Tanpa berpegang teguh pada ajaran dan arahan guru, seorang murid tidak akan terfasilitasi dalam mengatasi setiap rintangan dan godaan yang seringkali samar dan tidak terlihat dari pandangan mata seorang murid.

Jangan sekalipun kita meragukan peran Mursyid dalam membimbing, mengawasi, dan mengawal perjalanan kita. Terlebih ketika misalnya kita ditempatkan pada suatu hal dan keadaan yang tidak sesuai dengan harapan dan kehendak kita. Jangan pernah berpikir bahwa sang Mursyid tidak mau peduli, mengabaikan, atau meninggalkan kita.

Satu yang perlu kita ingat bahwa seorang Mursyid sangat amat kasih dan sayangnya kepada semua muridnya. Bahkan beliau jaminkan dirinya untuk keselamatan dan kebahagiaan murid-muridnya, yaitu untuk keselamatan dunia dan akhirat, untuk kebahagiaan dzahir dan bathin.

Di sisi lain, seorang Mursyid adalah kekasih Allah, yang diberikan limpahan kuasa untuk memberi pertolongan dan ijabah untuk para muridnya. Seorang Mursyid memiliki pandangan tajam dalam memilihkan jalan dan keadaan terbaik untuk muridnya.

Jangan pernah berpikir untuk berhenti dalam bertarekat atau berpindah Mursyid hanya karena hal dan keadaan kita tidak kunjung juga sesuai dengan harapan dan keinginan kita.


2. Patuh dan Melayani (Khidmat)

Seorang Murid harus mengikuti secara penuh apa-apa yang diajarkan oleh Guru Mursyidnya. Kepatuhan seorang Murid ditunjukkan dengan menjalankan wirid-wirid hanya sesuai dengan yang diajarkan. Jangan sampai kita mengubah ajaran guru atau menambah dengan menyisipkan bacaan hanya karena kita merasa yang kita sisipkan adalah bacaan yang mempunyai fadhilah yang bagus atau kaifiat yang mantap.

Sungguh, bahwa amaliah yang diberikan oleh Guru kepada Muridnya itu sudah sempurna dan jauh lebih baik daripada dugaan dan penilaian yang terlahir dari keterbatasan ilmu kita.

Selain itu, karena jauhar-nya iradah dan mahabbah tidak akan didapatkan seorang murid kecuali dengan tunduk, patuh, dan khidmat (melayani) Guru Mursyid, maka diantara adab seorang murid adalah mewujudkan khidmat kepada guru dengan rasa senang, rela, dan ikhlas hanya karena Allah Swt.

3. Tidak menduakan Guru Mursyid

Menduakan dalam hal ini maksudnya adalah menjalankan amaliah dari dua tarekat sekaligus. Mengambil ijazah dari Mursyid lain dan mengamalkan ajaran thariqah lain di luar yang diajarkan oleh Guru, sama saja meragukan Mursyid kita. Hal inilah yang sering tidak disadari dan seringkali menjadi sebab timbulnya kebingungan dan menjadi gagalnya perjalanan seseorang.

Amaliah TQN itu simple. Apa yang diajarkan, lakukan, genggam erat, istiqamahkan.


 

Wayang Golek Sebagai Warisan Budaya

Apa saja aspek warisan budaya yang paling Anda banggakan atau menarik bagi Anda?

Warisan budaya yang paling saya banggakan diantaranya warisan para wali Alloh seperti wayang golek,dan warisan budaya yang melekat pada adat istiadat yang membentuk kultur bangsa Indonesia.

Wayang golek adalah salah satu seni pertunjukan tradisional Indonesia yang menarik dan kaya akan budaya. Seni ini menggunakan boneka kayu yang diukir dengan indah dan dipakai oleh dalang (pemain) untuk menghidupkan karakter-karakter dalam cerita.

Wayang golek berasal dari Jawa barat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Indonesia. Boneka kayu yang digunakan memiliki berbagai karakteristik dan didekorasi dengan kostum yang kaya akan warna dan detail. Setiap boneka memiliki kepribadian dan peran dalam cerita yang mereka ceritakan.

Wayang golek biasanya dipentaskan di atas panggung kecil dengan pengaturan lampu yang khusus. Dalang menggunakan tangan mereka untuk menggerakkan boneka-boneka tersebut, sambil memberikan suara dan dialog untuk setiap karakter. Mereka juga menggunakan berbagai alat musik tradisional seperti gamelan sebagai pengiring musik.

Wayang golek bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga merupakan media yang mengantar nilai-nilai budaya, moral, dan sejarah. Cerita-cerita yang diperankan melibatkan tokoh-tokoh epik seperti Ramayana dan mahabrata, serta cerita-cerita lokal yang merupakan kebaikan, keadilan, dan keahlian.

Sayangnya,seni wayang golek menghadapi tantangan di era modern ini. Pengaruh budaya asing dan perubahan gaya hidup telah mengurangi minat masyarakat terhadap seni tradisional ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenalkan dan membawa Wayang Golek sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia.

Mengenal wayang golek adalah cara untuk memahami lebih dalam tentang seni, budaya, dan sejarah Indonesia. Dengan mempelajari dan mengapresiasi seni ini, kita dapat menghargai warisan warisan nenek moyang kita dan memastikan bahwa wayang golek tetap hidup dan berkembang untuk generasi mendatang. Mari kita terus mempromosikan dan mendukung seni Wayang Golek sebagai bagian penting dari identitas budaya indonesia.

Cepot sebagai ikon karakter wayang golek

Firman Allah dan Hadits Rasulullah Yang Berkenaan Dengan Penyelesaian Hutang Segunung.

Baiklah, untuk lebih masuk ke hati, kita bahas 2 dari
hadits Rasulullah, dan satu firman Allah berikut ini yang
berkenaan dengan cara menyelesaikan hutang segunung;

1. Wallâhu fî ‘anil ‘abdi mâ kânal ‘abdu fî ‘awni
akhîhi, Allah selalu berkenan membantu
hamba-Nya, selama hamba-Nya berkenan
membantu saudara-Nya. (al Hadits).

Inilah rahasia Allah yang tidak ada seorangpun tahu.
Kenapa juga mereka yang sulit justru harus mencari
mereka yang lebih sulit? Kenapa mereka yang susah justru
harus mencari mereka yang lebih susah? Dan kenapa
mereka yang menderita harus mencari mereka yang lebih
menderita? Malah bukan sekedar mencari, tetapi
membantu melepaskan kesulitannya, menolong
kesusahannya, dan meringankan penderitaannya.

Dalam konteks penyelesaian hutang, maka kita harus
cari orang-orang yang berhutang untuk kita bantu
bebaskan hutangnya; misalnya bebaskan hutang tetangga
kita di warung, bebaskan hutangnya yatim di sekolah (yang
terkait dengan spp sekolahnya), kita bebaskan mereka
yang berhutang ke kita (lantaran kesulitan ekonomi). Atau
boleh juga kita cari anak yatim untuk kita pelihara, kita cari
orang-orang miskin untuk kita bagi sebagian dari makanan
dan simpanan harta kita, dan kita bagikan obat-obatan dan
pakaian gratis, dan seterusnya.

Kiranya di antara sekian rahasianya adalah 4 hal berikut
ini;
 Dengan membantu sesama, kita seolah disuruh
membuka mata dan melihat, betapa tidak layaknya
bicara kesusahan, di tengah adanya banyak orang yang
lebih susah dari diri kita. Terlalu banyak yang lebih
susah, terlalu banyak yang lebih menderita, yang
kemudian menjadikan kita tidak layak untuk bersedih.
Apalagi berputus asa. Tidak berlama-lama sedih dan
tidak berputus asa adalah awal yang bagus untuk
memulai sebuah perubahan dan perbaikan. Apalagi bila
ditambah dengan sebuah semangat. Semangat keluar
dari permasalahan. Semangat bisa membuat kita
memaksa diri kita untuk menatap langit, „tuk
melangkah keluar menciptakan sejarah kehidupan yang
baru.
 Dengan melihat ke bawah, kita malah bisa bersyukur.
Bukan mengeluh. Bersyukur dan tidak mengeluh inilah
yang kemudian membawa ridha Allah masuk di tengah
kehidupan kita yang sedang bermasalah. Kata Allah,
hamba-Ku mengatakan mencintai-Ku, tapi ketika Aku
beri dia sedikit saja kesusahan, ia mengeluh. Katakan
padanya, sesungguhnya ia adalah pembohong. (Hadits
Qudsi). Dan teringatlah saya akan nasihat Imam Ali,
sebuah takdir (kejadian), kita suka tidak suka, senang
tidak senang, ridha tidak ridha, terima tidak terima, toh
ia akan terjadi juga. Andai kita menerima, maka bukan
saja kita akan mendapat pahala, tetapi juga mendapat
pertolongan dari Allah. Pertolongan Allah bisa berarti
dukungan dan kemudahan dari Allah.Terima saja dan syukuri. Lihat mereka yang lebih sulit, lebih susah dan
lebih menderita.
 Di antara perbuatan yang membuat Allah senang
adalah membantu sesama. Banyak sekali ayat-ayat
Allah di dalam al Qur‟an yang Allah meminta kita
untuk ringan membantu sesama. Bahkan
sampai-sampai Allah memakai kata-kata, “Man dzalladzî yuqridullâha qardan hasanan… siapa yang bisa
meminjamkan Allah…” yang kemudian Allah menawarkan ganti yang lebih baik, “… fa yudhâ-ifahû
„adh-âfan mudhâ-afan…” Seolah-olah Allah yang perlu,
dan „merengek-rengek‟ kepada kita. Subhanallah,tidakkah kita malu kepada Allah?
Ada sahabat yang bertanya kepada Rasul, wahai Rasulullah, bagaimana mungkin kami meminjamkan Allah, sedangkan Dialah yang memberi makan, dan
tidak diberi makan? Dialah yang mencukupkan segala
kebutuhan, dan tidak memerlukan siapapun juga?
Rasulullah menjawab, meminjamkan Allah adalah dengan memberi makan yang kelaparan, memberi minum yang kehausan, meringankan beban
penderitaan sesama, dan bersedekah.
Akhirnya, ketika kita menjawab (memenuhi) permintaan Allah untuk membantu sesama, perbuatan itulah yang mengundang kesenangan dan keridhaan
Allah. Kalau Allah sudah senang sama kita, sudah ridha,tidak akan ada kesusahan yang boleh menjadi bagian dari kehidupan kita.

“… Sesungguhnya Aku beserta kamu jika kamu mendirikan
shalat, menunaikan zakat, beriman kepada Rasul-Rasul-Ku,
membantu mereka, dan kamu pinjamkan Allah dengan
pinjaman yang baik. Sesungguhnya Aku akan menghapus
dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke
dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka
barangsiapa yang kufur di antaramu sesudah itu, sesungguhnya
ia telah tersesat dari jalan yang lurus.” (al Mâ-idah: 12).
Lihatlah, kalau Allah sudah beserta kita, maka tentu
masalah kita akan menjadi bukan masalah lagi. Karena
Allah begitu kuasa.
Dalam al Qur‟an bahkan Allah menyatakan, bukan saja
akan mengembalikan pinjaman yang kita berikan
dengan pengembalian yang lebih baik dan lebih banyak,
Dia juga memberikan bonus berupa ampunan. Kiranya,
bila dosa kita telah membuat begitu banyak kesusahan
terjadi, maka ampunan Allah memang sebuah hal yang
sangat-sangat kita perlukan;
Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik,
niscaya Allah melipatgandakan pembalasannya kepadamu dan
mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi
Maha Penyantun.” (at Taghâbun: 17).
Atau di lain ayat Allah menyatakan akan
melipatgandakan amal hingga sepuluh (al An‟âm: 160)
bahkan hingga 700x lipat (al Baqarah: 261). Tentu saja
angka ini hanya sekedar menggambarkan betapa
besarnya balasan Allah terhadap mereka yang mau
melakukan amal baik (baca: sedekah).

Ketika kita membantu sesama, membantu mereka
yang sulit, sesungguhnya kita sedang “menghibur diri
sendiri”. Sehingga kita bisa berkata-kata; Apalah
kesusahan kita? Toh di tengah kesusahan kita, kita
masih bisa berjalan, masih bisa melihat. Sementara itu
banyak yang tidak bisa berjalan lantaran lumpuh, dan
banyak yang tidak bisa melihat lantaran buta; Apalah
penyakit kita? Toh di tengah penyakit kita, kita masih
bisa berobat, masih bisa jalan ke rumah sakit, masih ada
yang menemani. Sementara itu, banyak yang sakit, tapi
tidak ada obat, tidak bisa berobat, bahkan tidak ada
sanak saudara yang membantu; Apalah hutang kita?
Toh banyak juga yang sudah mah punya hutang, ia pun
masih dipenjara, dan disita hartanya; Apalah masalah
kita? Ketika kita bermasalah, kita masih memiliki
keluarga. Toh, tidak sedikit orang yang bermasalah dan
keluarganya kocar-kacir.

2. Bâdiru bishshadaqah, fa innal balâ-a lâ yatakhaththâha, bersegeralah bersedekah, karena bala (kesulitan, kesusahan, atau permasalahan),
tidak pernah bisa mendahului sedekah. (al Hadits).
Sedekah diyakini bisa berperan sebagai penolak bala.
Kiranya, hadits di atas tersebut bisa menjadi hadits
pendukung keyakinan ini. Dan nyatanya memang
demikian. Dalam konteks permasalahan, khususnya
permasalahan hutang, tentu seseorang akan menghadapi
kemungkinan intimidasi dan kemungkinan-kemungkinan
jelek lainnya. Hal ini biasa kalau memang punya hutang.

Utamanya kalau pas tidak ada kemampuan membayar.
Maka, bersedekah, menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar.
Seorang kawan bercerita, bahwa ia tidak punya uang
yang cukup untuk membayar hutangnya. Kalaupun ia
bayarkan, maka bukan saja uang tersebut tidak cukup
untuk membayar hutangnya (bahkan untuk angsuran saja
tidak cukup), tetapi ia juga tidak punya uang lagi. Maka
yang ia lakukan adalah membagi tiga. Sepertiga ia gunakan
untuk keperluan sehari-hari dan “ongkos jalan”, sepertiga
ia gunakan untuk “sedikit bahasa” untuk yang menagih,
dan sepertiganya lagi ia sedekahkan. Dan ia mengaku, di
kemudian hari ia berhasil membayar hutangnya.
Seorang jamaah majlis yang kebetulan punya jadwal
jatuh tempo hutang yang kelewat batas, pun memilih
mengeluarkan sedekahnya untuk “meredam marahnya”
mereka yang menagih. Dan efektif! Menagih sih memang
menagih tuh petugas, tapi “tensinya” sudah tidak tinggi.
Lain lagi cerita seorang kawan yang kena wasir. Suatu
hari ketika ia terbaring lemah di rumah sakit, datanglah
keputusan dokter bahwa ia harus dioperasi untuk wasirnya.
Lantaran ia takut dioperasi, dan tahu keutamaan sedekah
bahwa sedekah bisa menghilangkan bala (dan ia
menganggap bala itu termasuk penyakit), maka yang ia
lakukan adalah bertanya kepada istrinya, “mah, berapa
tabungan yang kamu punya?” Istrinya menjawab, “…
Sekian…” Lalu ia berkata, “Mah, daripada uang itu dipake
buat operasi, mendingan Mamah pulang aja. Sedekahin
tuh uang buru-buru. Papah pengen pulang besok.”
Tahu ga pembaca, wasirnya malah sembuh! Tanpa
operasi. Hanya dengan jalan sedekah.

3. Wa man qudira ‘alaihi rizquhû, falyunfiq mimmâ
âtâhullâh, dan barangsiapa yang sedang
disempitkan rizkinya, maka hendaklah ia
banyak-banyak menginfakkan hartanya yang
diberikan Allah. (ath Thalâq: 7).
Banyak orang yang hadir ke Majlis dzikir untuk
konseling permasalahan ini dan itu, termasuk hutang. Dan
terapi (jawaban) yang diberikan adalah memperbanyak
sedekah saja. Karena sedekah bisa mengundang datangnya
rezeki yang lebih besar. Dan begitulah yang ditegaskan
oleh Allah di ayat yang dikutip di atas. Pada saat sempit
rizki, justru kita harus berbagi, justru kita harus
bersedekah.
Sebagiannya ada yang bertanya, kan kami tidak uang,
dan kami justru dalam keadaan sulit? Saudara, kalau kita
mau, maka ada saja jalan untuk bersedekah. Di satu sisi,
boleh jadi kita tidak punya uang (baca: uang cash), tapi
lihatlah aset di rumah. Mungkin kita punya tanah yang bisa
kita wakafkan, mungkin kita punya benda elektronik yang
bisa kita jual untuk kemudian kita sedekahkan, mungkin
kita punya emas yang bisa kita jual juga, dan mungkin kita punya-punya yang lainnya yang bisa kita “kecilin”, alias
kita jadikan ia uang. Atau kita sumbangkan langsung
secara fisiknya tanpa menunggu ia menjadi uang. Nah, bila
kita bisa begini, maka kemungkinan besar kita akan
dimudahkan oleh Allah segala urusan dan diberikan rizki
yang banyak.
Sebuah pengorbanan juga akan dilihat Allah. Kecil
pengorbanannya maka kecil pula bantuan Allah yang
datang. Besar pengorbanannya maka besar pula bantuan
Allah yang datang. Tentu saja keikhlasan tetap menjadi
prasyarat yang utama, karena biar bagaimanapun kecil dan
besarnya perngorbanan adalah hal yang relatif sifatnya.
Dalam hal besar kecilnya pengorbanan, Allah
berfirman, lan tanâlul birra hattâ tunfiqû mimmâ tuhibbûn,
kalian tidak akan mencapai kebaikan, sampai kalian bisa
mengorbankan apa yang kalian cintai. (Âli Imrân: 92). Dalam
urusan hutang, maka kebaikan yang dimaksud adalah
kemampuan menyelesaikan hutang. Sedang kebaikan bagi
yang sakit adalah kesembuhan dari sakitnya, kebaikan bagi
orang yang sedang surut bisnisnya adalah naik lagi
bisnisnya, jaya lagi bisnisnya, dan seterusnya.
Sungguh aneh, jika kemudian ada orang-orang yang
sedang bermasalah dalam urusan rezeki, lalu tidak
menyambut penawaran dari Allah ini.

Satu hal yang mau saya garis bawahi, bahwa sedekah
memang bisa benar-benar membuat Anda menjadi bisa
bayar hutang, menyelamatkan Anda dari kemungkinan
bahaya, dan membuat rizki Anda menjadi berlipat-lipat.
Sungguh, di lain waktu, saya akan membahas perihal
keutamaan sedekah ini lebih lengkap dan lebih luas lagi.
Insya Allah.
Fadilah sedekah itu ada empat; mengundang datangnya
rezeki, menghalau kesulitan, menyembuhkan penyakit,
dan memperpanjang umur. (al Hadits).

Bersambung…..

Rahasia Menyelesaikan Utang Segunung


Allahu Akbar, Allah itu Maha Besar. Dia jelas lebih
besar daripada “hutang kita”. Kenapa kita tidak melirik
kepada Kebesaran-Nya ini?
Dewasa ini hutang merupakan penyakit sosial, dan
penyakit massal. Dikatakan demikian, sebab nyatanya
hampir lebih dari separuh penduduk, punya hutang!
Hutang riil, bukan hutang negara. Di antara para
penghutang, ada yang hutangnya seolah tak terbayarkan
karena setinggi gunung. Ada juga yang tak terbayarkan
karena tidak tahu dengan apa hutang bisa dibayar. Tapi ada
juga para penghutang yang berkategori aman. Alias
penghasilannya masih cukup buat bayar hutang.
Sepuluh Hal
Yang Bisa Meringankan Beban
beban memang berat bila dibawa sendirian.
maka berbagilah dengan Allah.
Tulisan kali ini, khusus untuk Anda yang hutangnya
besar, atau sangat besar. Apalagi kalau kemudian
hutang-hutang Anda ini membuat leher Anda begitu
tersekat. Karena ini pernah terjadi pada Luqman; tokoh
utama dalam Wisata Hati yang kehidupannya dijadikan
media pembelajaran dan tadzkirah. Dan Luqman bisa
sedikit meringankan bebannya dengan menerapkan
strategi berikut ini. Sekedar catatan, bagi Anda yang tidak
memiliki hutang, tapi memiliki permasalahan lain,cara-cara yang akan dipaparkan ini bisa juga Anda pakai.


Sesuaikan saja dengan keadaan permasalahan yang sedang
terjadi. Kepada Allah jua kita hdapkan permasalahan
hidup dan kehidupan kita.

1.Pahami pesan permasalahan dan mohonkan
ampun atas kesalahan dan keburukan.
Sikapi dulu, pahami dulu, kenapa sampai hutang muncul
dan membesar. Bila ini ada kebiasaan dari sifat yang
kepengen senang tanpa perjuangan (instan), minta ampun
dulu. Hal ini sama saja dengan cara menghadapi
permasalahan yang lain selain hutang. Yaitu dengan
memohon ampun setelah melakukan pemuhasabahan
[pengkoreksian diri].
Pahamilah, bahwa kesempitan hidup bisa muncul,
sebabnya adalah kita jauh dari kita punya Tuhan, jauh dari
Allah; Mungkin shalat kita belang belentong, kita tiada
hormat sama orang tua, kita tiada sayang sama keluarga,
kita tiada menghormati hak tetangga, kita mudah
menzalimi orang, kita boros, kita berkawan sama
teman-teman yang jauh dari Allah, dan hal-hal negatif
lainnya yang menandakan kita sudah jauh dari Allah;
Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku,
maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit…
(Thâha: 124).
Salah satu bentuk kesempitan hidup adalah adanya hutang
yang tidak terbayar atau piutang yang tidak kunjung
tertagih. Bentuk kesempitan yang lain adalah apapun bentuknya yang dirasakan sebagai kesusahan oleh manusia
pada umumnya; seperti penyakit yang menahun,
kemiskinan yang penuh dengan duka dan derita,
kebangkrutan yang menghempaskan kita dari kehidupan
normal, hilangnya pekerjaan, rumah tangga yang tidak
sakinah, dan sebagainya.
Maka untuk mengubah keadaan menjadi baik, atau
menjadi lebih baik dari sebelumnya, perlu kiranya kita
melayangkan permintaan maaf dulu kepada Allah „azza wa
jalla;
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu
kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya.
Mudah-mudahan Allah akan menutup
kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke
dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…”
(at Tahrîm: 8).


Andai hutang adalah akibat kesalahan, maka dengan
diawali permohonan ampun kepada Allah, insya Allah,
berdasarkan ayat tersebut, kesalahan tersebut akan ditutup
oleh Allah. Dan surga yang disebut di ayat tersebut bisa
kita terjemahkan ke pengertian suasana yang penuh
dengan kenikmatan. Bukankah kenikmatan adanya bila
ketenangan kembali menghiasi hidup? Bukankah
kenikmatan adanya bila hutang bisa terbayar? Bukankah
kenikmatan adanya bila hidup kembali normal, dengan
keluarga bisa ngumpul, tidak lari-larian terus? Surga adalah
kenikmatan. Dan kita kejarlah surga dunia dengan
memohon ampun kepada Allah.

Untuk tahap awal, dan sekaligus sebagai riyadhah (latihan),
biasakanlah dulu mengucap kalimat istighfar
(astaghfirullâh);
Barangsiapa yang membiasakan diri beristighfar, Allah
akan mencarikan jalan keluar bagi kesulitannya,
menjadikan kelapangan bagi kesempitannya, dan
memberikannya rizki dari hal-hal yang tidak pernah dia
duga sebelumnya.” (al Hadits).

  1. Pupuk kembali keimanan dan perbanyak amal
    kebaikan.
    Setelah memohon ampun, lanjutkan terus dengan kembali
    beriman dan beramal saleh (untuk menebus kesalahan).
    Saudara, permohonan ampun sangat terkait dengan
    perbaikan hidup, perubahan kualitas hidup. Tapi sekedar
    memohon ampun, jelas tidak cukup. Ini didasarkan pada
    surah al Furqân: 70;
    “(Akan ditambahkan kesusahannya kelak di hari kiamat,
    dan akan dihinakan) kecuali orang-orang bertaubat (yang
    menghentikan langkah buruknya), beriman, dan beramal
    saleh. Mereka inilah orang-orang yang keburukannya
    digantikan Allah dengan kebaikan. Dan adalah Allah
    Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
    Keburukan bagi yang berhutang, kan, tidak bisa bayar
    hutangnya. Maka, awali dulu dengan permohonan ampun.
    Tapi sebelum diubah keadaannya, pupuk iman supaya bisa
    melakukan amal saleh yang bisa mengimbangi keinginan
    dan masalah kita.
    Sekarang coba kita perhatikan redaksi ini “kecuali mereka
    yang bertaubat, beriman dan beramal saleh…”. Kenapa diantara kewajiban amal saleh dan taubat, ada kalimat beriman? Karena perlu iman untuk melakukan amal saleh.Selain tanpa iman, amal saleh tidak dianggap, ia pun menjadi dorongan agar kita kudu percaya; dengan kita melakukan amal saleh, maka keburukan kita akan diubah menjadi kebaikan. Semakin besar kepercayaan kita sama Allah, maka akan semakin besar juga amal kita. Kira-kira begitu, insya Allah.Dan kenapa juga iman dan amal saleh harus didahului taubat? Karena tanpa bertaubat dulu, iman dan amal saleh tidak akan bisa “bunyi”, tidak akan punya pengaruh bagi perbaikan hidup. Minta ampun dulu, pupuk keimanan,dan berjuanglah memupuk amal saleh. Lagipun kata Allah dan Rasul-Nya, kebaikan akan menghapus keburukan.
  2. Kembangkan pikiran positif dan jangan biarkan
    pikiran negatif bermain.
    Jangan biarkan pikiran negatif bermain. Paling tidak hibur
    diri dengan pikiran-pikiran positif. Ini perlu latihan.
    Setidaknya coba lihat apa yang masih tersisa di hidup dan
    kehidupan kita. Kita punya hutang, tapi masih bisa berlari,
    karena punya kaki. Bagaimana mereka yang tidak punya
    kaki. Terus lagi misalnya, kita punya hutang besar, dan
    agak-agak mustahil ga kebayar, tapi kita masih dikasih
    mata, lumayan. Intinya mengembangkan kepositifan
    berpikir.
    Jujur saja, memang kita seringkali dipenjara oleh
    pemikiran negatif kita sendiri. Kita menganggap kesusahan yang terjadi sudah seperti neraka, dan seakan kita sudah mengalami yang namanya kiamat.

Berikut ini beberapa contoh pemikiran negatif:
 Dalam posisi berhutang, kita ketakutan ditagih.
Padahal kalau dihadapi baik-baik pun orang juga akan
baik juga. Dan biasanya akan ada jalan keluarnya.
 Kita memenjarakan diri kita dengan pemikiran negatif
bahwa hutang kita tidak akan mungkin pernah bisa
terbayar. Siapa bilang? Kan ada Allah dengan Segala
Keajaiban-Nya? Jangan menyerah dulu dengan
keadaan. Ingat, kondisi negatif pertama kali dibentuk
oleh pikiran-pikiran negatif.
 Kita menganggap hidup kita berantakan. Ini juga sering
bermain di dalam pikiran kita. Kita menganggap hidup
kita sudah “finish”, sudah berakhir. Akhirnya kita mati
langkah sendiri, hanya mengurung diri di kamar, tanpa
mampu berbuat sesuatu yang bermanfaat. Bila sudah
begini, yang sering terjadi adalah kita seperti sedang
menghitung hari kematian. Deg-degan terus,
sementara kita hanya berdiam diri saja.
Oleh karenanya, penting sekali mengembangkan
pikiran-pikiran positif.
Tapi memang, orang-orang salah mah, sudah ketetapan
Allah mereka ketakutan dengan kesalahan-kesalahannya
apabila ditampakkan Allah;
Kamu lihat orang-orang yang zalim ketakutan dengan
keburukan-keburukan yang telah mereka lakukan,Sedang akibat buruk perbuatan buruk biar bagaimanapun
juga tetap akan menimpa mereka…” (asy Syûrâ: 22).
Tapi insya Allah, dengan iradah Allah, semua hal yang
buruk-buruk segera digantikan dengan yang baik-baik.
Dan ini sekali lagi bisa kita dapatkan dengan memohon
petunjuk Allah, ampunan serta rahmat-Nya.
Semoga tulisan ini benar-benar membawa manfaat, bukan
hanya buat saudara, tapi juga buat saya dan keluarga.

4.Pikirkan kemampuan Allah, kuasa Allah. Jangan
membatasi diri dengan kemampuan diri.


Pikirkan kemampuan Allah, bukan ketidakmampuan diri
sendiri. Ini penting, sebab kita sering jadinya putus asa,
manakala kita sadar bahwa tidak ada satupun yang kita bisa
lakukan untuk menutup hutang. Kalau Kuasa Allah kan
tidak berbatas dan tidak bertepi. Beda dengan kuasa kita,
langkah kita, yang ada mentoknya. Yang harus kita lakukan
sementara kita tidak punya kemampuan, adalah kita
secepatnya kembali kepada Allah, dan meminta
Kuasa-Nya hadir di dalam kehidupan kita. Urusan hutang
terlalu kecil bagi-Nya. Kalau Dia sudah berkenan, bukan
saja hutang kita akan lunas, tapi juga kehidupan kita akan
kembali dibangkitkan oleh Allah, usaha kita kembali
dijayakan, rumah tangga kembali diharmoniskan,
pekerjaan kembali diberikan, ketenangan kembali
dihadirkan. Dan mampukah Allah? Pasti mampu. Dia
pasti mampu. Dan ini pasti, tidak perlu diragukan lagi

5.Yakinkan diri bahwa Allah Maha Menolong.


Pikirkan Allah itu Maha Menolong. Tinggal sekarang kita
berupaya agar pertolongan Allah hadir dalam kehidupan kita, dalam permasalahan kita. Saudara, yang harus kita
kuatirkan dalam setiap usaha kita dalam membayar hutang
dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan lain
adalah jangan-jangan pertolongan Allah tidak ada. Sebab
tidak mungkin yang namanya “susah” tidak mau pergi
kalau Allah sudah berkenan menolong. Minimal, ketika
permasalahan masih ada, kalau Allah sudah berkenan
menolong, Dia akan menghadirkan ketenangan dan
kedamaian di hati. Hidup kita tidak tegang, tidak panik.

6.Percaya bahwa Allah bakal menolong.

Usahakan menanamkan keyakinan bahwa Allah itu bakal
menolong kita. Dengan begini, kita akan merasa aman.
Sebab sudah ada sandaran. Kita pikirkan, kalau hutang kita
ada yang menjamin, bukankah kita bakal tenang? Pikirkan,
bila terhadap penyakit kita, ada yang bilang, ah, penyakit
ini sih penyakit biasa, insya Allah bisa sembuh; maka hati
kita langsung senang, langsung tenang? Demikianlah,
kalau kita menyandarkan diri kita kepada Allah, dan
meyakini bahwa Dia Yang Maha Menolong mau
menolong kita, sungguh, ketenangan dan kedamaian akan
hadir. Insya Allah.
Dan yang tidak kalah pentingnya, jaga sikap, jaga hati, jaga
pikiran. Ini kalau kita semua mau ditolong oleh Allah.
Maksudnya, jadikan diri kita pantas ditolong oleh Allah;
Barangsiapa yang bertakwa (memelihara diri) kepada
Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Dan memberinya rizki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal
(menyerahkan diri dan persoalan hidup) kepada Allah,
niscaya Dia akan mengurusnya…” (ath Thalâq: 2-3).

7. Percaya bahwa Allah hanya menghadirkan hal-hal
yang mudah dan hanya akan mempermudah.
Pikirkan bahwa Allah itu hanya menghadirkan hal-hal yang
mudah saja. Tidak pernah menghadirkan hal yang sulit.
Yang sulit mah kita. Kita bahkan menambah sulit diri kita
dengan memelihara kekhawatiran dan ketakutan. Jadi,
upayakan agar Kehendak Allah muncul dalam kasus
hutang piutang kita. Mengupayakan kehendak Allah itu
adalah dengan mengetahui dengan cara apa dan berusaha
mendekati Allah sehingga Dia berkenan kepada kita;
“… Allah hanya menghadirkan kemudahan bagi kamu,
tidak menghendaki kesukaran bagi kamu…” (al Baqarah:
185)

8.Jangan mengambil langkah yang salah dan hanya
menambah permasalahan.
Panik hanya kepada Allah. Jangan panik lalu mengambil
langkah-langkah yang menambah runyam keadaan.
Mengatasi hutang dengan hutang baru tanpa ada pijakan
bayarnya adalah salah satu contoh kepanikan, menurut
pengalaman saya. Jangan coba-coba menutup masalah
dengan menghadirkan permasalahan yang lebih besar.
Berpaling kepada selain Allah (meminta bantuan
paranormal, dukun-dukun, kyai-kyai kurafat, kyai-kyai
musyrik) akan menyebabkan Anda akan semakin jauh dari
Allah. Langsung saja menghadap Allah, dengan jalan
shalat dan sabar. Meski demikian, tidak salah minta doa
dari orang yang Anda anggap alim, tidak salah minta
nasihat dari pemuka-pemuka agama yang masih menjaga
kehormatan dan kemuliaan agama Allah.

9.Perbaiki ibadah dan tingkatkan usaha.
Tingkatkan usaha, perbaiki ibadah dan doa.

Untuk Anda yang muslim, terutama rajinin bangun malam untuk shalat tahajjud, dan pada pagi harinya shalat sunnah Dhuha,mengiringi shalat fardhu. Supaya pintu keberkahan dari langit bertambah terbuka. Kalau mengambil nasihat dari Aa Gym, luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar.
Percayalah, bila Anda berhutang, dan Anda memang berniat untuk membayar, maka Allah akan hadirkan kemudahan-kemudahan bagi Anda. Dan hal ini juga menjadi ibadah tersendiri. Insya Allah.

10.Pasrahkan kepada Allah.
Memasrahkan diri kepada Sang Maha. Kalaupun akhirnya ada masa sulit yang memang harus mampir dalam kehidupan kita, terima saja. Yang penting kita tahu bahwa Dia sedang melihat kita dan tetap akan memperhatikan kita. Kita pasrahkan kejadian masa depan hanya kepada-Nya. Dan kadang-kadang kejadian tidak seburuk bayangannya koq. Udah waktunya berlalu mah, ia akan berlalu. Pagi saja berganti malam, tidak pernah pagi terus atau malam terus.
Sekali lagi, yakinkan diri akan Kuasa Allah. Insya Allah,ada saja jalan bagi kita, termasuk jalan keluar untuk hutang-hutang kita.

Membayar Hutang
Lewat Jalan Sedekah
Kebesaran Allah selalu lebih besar daripada semua permasalahan yang kita hadapi. Lalu kemudian yang kita perlukan adalah menghadirkan kebesaran Allah dalam proses penyelesaian masalah yang kita hadapi.

Sebenarnya ada satu lagi cara yang sangat-sangat
efektif untuk bebas dari segala kesulitan, termasuk urusan
hutang yang tidak terbayarkan. Caranya banyakin nolong
orang, banyakin sedekah.
Ketika kita menemukan kesulitan muncul dalam
kehidupan kita, apapun namanya, apapun bentuknya,
bersegera saja mencari orang-orang yang lebih sulit dari
diri kita. Bersegera saja mencari orang-orang yang lebih
susah, lebih menderita daripada beban yang kita pikul.
Mana perlu, korbankan banyak (jangan sedikit) apa yang
kita punya. Kalaupun kita engga punya uang, tapi kita
masih punya aset barang, jual saja barangnya, lalu
sedekahkan. Keajaiban dari menolong orang, keajaiban
dari bersedekah akan membebaskan kita dari kesulitan
seperti apapun kesulitan tersebut adanya. Buktikan saja.
Lalu ada yang bertanya, ukuran sedekahnya bagaimana?
Ukurannya adalah sebesar-besarnya kemampuan kita, dan
sedekahlah yang terbaik. Besar kecilnya relatif. Tapi harus
imbanglah dengan masalahnya. Kita punya masalah,
sementara kita masih memiliki aset ratusan juta rupiah, lalu
kita mengorbankan “hanya” beberapa ratus ribu rupiah,
tentu akan terlihat ketidakimbangan. Lakukanlah
pengorbanan yang terbaik, supaya Allah melihat,
“hemmm, si Fulan mau mengorbankan harta dan jiwanya
untuk-Ku, maka Aku akan bantu dia menyelesaikan
persoalannya.”

Tidak akan mencapai kebaikan yang sempurna, sampai
kamu mau mengorbankan apa yang kamu cintai…” (Âli Imrân: 92).
Kebaikan buat para penghutang adalah terbayar
hutangnya. Kebaikan buat orang yang sakit adalah sembuh
dari sakitnya. Kebaikan untuk orang-orang yang sedang
gelisah adalah ketenangan, dan seterusnya. Nah, mereka
ini, digaransi Allah tidak akan mencapai kebaikannya itu
dengan sempurna, dengan mudah dan gampang, kecuali
mereka mau mengorbankan apa yang mereka cintai.
Untuk membantu menemukan bagaimana sih
pengorbanan yang kira-kira dikehendaki Allah?

Berikut ini ilustrasi kejadian. Please, jangan berpatokan dari hitam
putih ilustrasi ini. Kembangkan sendiri, dan selaraskan
dengan iman kepada Allah, yang berkaitan dengan
keinginan dan permasalahan kita;
 Saudara misalkan punya hutang. Katakanlah seratus
juta rupiah. Sementara saudara saat ini tidak memiliki
uang yang berarti untuk membayar hutang saudara.
Tapi saudara memiliki tanah seluas 100 meter persegi.
Dan tanah itu satu-satunya, yang sedianya akan saudara
bangunkan rumah (sebab masih ngontrak). Lalu datang
penawaran Allah, bahwa kebaikan bagi saudara adalah
ketika saudara bisa mengorbankan apa yang saudara
cintai. Kemudian saudara berani mewakafkan tanah
tersebut untuk sekolah di sekitar saudara, atau saudara
jual dan uangnya saudara sebar untuk rizki yatim piatu
di kampung Anda. Maka insya Allah ini dianggap
sebagai sebuah pengorbanan.

 Saudara memiliki uang hanya satu juta-satu jutanya.
Sementara saudara dihadapkan pada permasalahan
hutang yang cukup besar. Lalu Allah menjanjikan akan
menolong mereka yang mau menolong saudaranya.
Dan karena tertarik dengan janji ini, saudara lalu
menginfakkan delapan ratus ribu rupiah (jumlah yang
sangat besar bila dibandingkan dengan uang yang
hanya satu juta rupiah), untuk menyentuh kesusahan
orang lain, membelai yatim, membayarkan beberapa
spp anak, membelikan obat-obatan ringan bagi
keluarga miskin; maka bila ini Saudara lakukan, insya
Allah inilah pengorbanan terbaik dari saudara yang bisa
segera mengundang pertolongan Allah.
 Anda akan dioperasi jantung. Saat itu misalnya, tidak
ada pilihan lain kecuali saudara menjual rumah
satu-satunya milik saudara untuk biaya operasi. Dan
Anda rela untuk tinggal di rumah kontrakan dengan
alasan kesehatan jauh lebih mahal. Tapi ketika saudara
tahu tentang keutamaan sedekah, di mana salah
satunya adalah menghilangkan penyakit, Anda
memilih tetap menjual tanah tersebut. Tapi bukan
untuk biaya operasi, melainkan untuk disedekahkan.
Anda lalu pulang, menandatangani surat pernyataan
pelepasan tanggung jawab dari rumah sakit. Kemudian
Anda lalu memilih tidak operasi, tapi rawat jalan saja,
sambil mencari pengobatan alternatif. Jalan ini
ditempuh oleh saudara, dengan keyakinan bahwa Anda
perlu sesuatu untuk dikorbankan, untuk disedekahkan.
Subhanallah saudara, iman saudara akan membuat
Allah menyembuhkan penyakit saudara, tanpa operasi.
Akan ada saja jalan dari Allah untuk menyembuhkan penyakit saudara tanpa melalui pintu operasi. Misalnya,
suatu hari Anda kedatangan tamu, lalu tamu ini
menyarankan Anda meminum ramuan tertentu. Eh,
dengan ramuan ini saudara bisa sembuh. Dan
sebenarnya, rahasia kesembuhan saudara adalah karena
adanya ridha Allah. Allah senang saudara sudah berani
mengorbankan tanah satu-satunya yang saudara
sedianya jadikan biaya operasi; jadi dengan “hanya”
meminum ramuan, saudara dibuat-Nya sembuh.
 Seseorang yang ingin berhaji. Lalu dia memiliki
tabungan dua juta rupiah. Lantas dia berpikir, akan
lama kalau ia menabung. Bagaimana kalau ia
sedekahkan saja? Urusan Allah yang akan
melipatgandakan sedekahnya menjadi rizki baginya.
Lalu ia sedekahkan. Saudara, bila ini ia lakukan, Allah
Yang Maha Syakuur, Yang Maha Balas Jasa, akan
membuktikan janji-Nya. Di kemudian hari ia insya
Allah akan berangkat haji dengan rizki yang tidak ia
duga-duga sebelumnya.
Dan masih banyak lagi. Sekarang saudara hitung
masalah saudara, lalu saudara lihat-lihat di rumah dan di
sekeliling saudara; adakah sesuatu yang bisa saudara
infakkan di jalan Allah, seraya memohon pertolongan-Nya
dalam masalah saudara. Semakin besar sedekah saudara
maka pertolongan Allah pun akan semakin besar.

Bersambung……